Arti Kebebasan Finansial dan Cara Mencapai Kebebasan Finansial di Usia Muda - Tips Keuangan

Arti Kebebasan Finansial dan Cara Mencapai Kebebasan Finansial di Usia Muda - Tips Keuangan


Bisa menikmati hidup sesuai keinginan tanpa harus memikirkan keuangan yang terbatas menjadi harapan banyak orang. Tidak jarang orang memilih pensiun di usia 30, 40, atau 50 tahun, atau saat masih produktif, karena merasa sudah saatnya menikmati apa yang sudah Anda hasilkan.


Hal ini biasanya terjadi pada orang-orang yang telah mencapai kebebasan finansial. Dikutip dari Koinworks, kebebasan finansial adalah kondisi ketika seseorang memiliki penghasilan yang cukup untuk hidup tanpa harus bekerja secara aktif.



Dengan kata lain, kebebasan finansial atau financial freedom dicirikan ketika pendapatan pasif, baik dari bisnis maupun aset simpanan, telah melebihi kebutuhan pengeluaran dalam hidup. Orang yang mengalami kondisi seperti itu tentu tidak perlu lagi bekerja sebagai karyawan, atau bekerja keras sebagai pengusaha.

Namun, mengutip penjelasan di laman Sikapi Uangmu OJK, kebebasan finansial tidak selalu harus berarti memiliki banyak uang. Kebebasan finansial atau kemandirian finansial dapat diperoleh ketika seseorang sudah dapat menjalani kehidupan yang layak, memadai, dan bebas hutang.

Jika mengacu pada definisi terakhir pekerja dengan penghasilan tidak terlalu tinggi juga berpeluang untuk mencapai kebebasan finansial apabila telah memiliki dana pensiun, dana darurat, investasi dengan instrumen yang aman dan pengembalian di atas inflasi, asuransi jiwa dan kesehatan, serta dana untuk pendidikan anak jika sudah berkeluarga. Padahal, utang masih tolererenasi kalau untuk aset produktif.

Berikut beberapa tips untuk mencapai kebebasan finansial seperti dilansir situs U.S. News.

1. Hindari Hutang untuk Konsumsi

Jika Anda menggunakan kartu kredit untuk membeli barang habis pakai, itu hanya akan memperkaya bank. Maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah sebisa mungkin menghindari utang berbunga tinggi, seperti menggunakan kartu kredit, hingga membayar cicilan mobil. Intinya, jangan meminjam uang untuk konsumsi yang masih bisa dihindari.

2. Lupakan gengsi

Terkadang, salah satu alasan mengapa kita menghabiskan begitu banyak uang untuk sesuatu adalah karena kita ingin mengikuti teman atau tetangga.

Sebagian besar dari kita sebenarnya tidak membutuhkan rumah seluas 900 meter persegi atau mobil mewah. Rumah sederhana dan mobil sebenarnya cukup untuk kebutuhan hidup. Iklan-iklan di TV yang membuat hidup ini menjadi persaingan untuk membeli barang-barang terbaik dan termahal.

Jadi, untuk mencapai kebebasan finansial, jangan mudah tergiur dengan hal-hal seperti itu. Kita tidak selalu harus melihat apa yang dimiliki orang lain dan membandingkannya dengan diri kita sendiri.

Setiap orang memiliki standar kebutuhan hidup dan kemampuan finansialnya masing-masing. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika memenuhi kebutuhan sesuai dengan kondisi keuangan.

3. Belanjakan lebih sedikit dari yang Anda hasilkan

Langkah ini adalah kunci sebenarnya dalam mengumpulkan pendapatan. Pertama, Anda perlu melacak pengeluaran Anda dan melihat apa yang telah Anda belanjakan selama ini.

Kemudian Anda bisa memangkas hal-hal yang tidak dibutuhkan dan meminimalkan jumlah pengeluaran untuk gaya hidup. Tentu saja, langkah ini membutuhkan ketekunan agar bisa melunasi beberapa tahun ke depan.

Hal yang perlu diingat adalah menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan. Jadi, menghindari pengeluaran lebih besar dari pendapatan adalah kewajiban jika ingin menuju kebebasan finansial.

4. Prioritaskan menabung

Anda harus memprioritaskan menabung di atas segalanya. Disarankan untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli sembako, membayar tagihan listrik, atau membayar sewa.

Cara membayar tagihan dengan memotong langsung dari gaji pekerja juga merupakan metode yang bagus untuk memprioritaskan kewajiban. Dengan begitu, Anda dapat menggunakan uang yang tersisa untuk ditabung, setelah membayar kewajiban dasar untuk diri sendiri.



5. Beli aset yang menghasilkan pendapatan

Setelah Anda mulai menabung, Anda harus menginvestasikan uang dalam aset yang menghasilkan pendapatan. Saat ini sudah banyak instrumen investasi yang aman sekaligus menjanjikan keuntungan yang stabil. Aset yang bisa dibeli bisa berupa emas, properti, tanah dan lain sebagainya.

Fokus membeli aset yang bisa menghasilkan uang daripada berpuas diri dengan produk elektronik atau barang lain yang nilainya akan terus turun dari tahun ke tahun.

6. Terus berinvestasi

Jika Anda menyimpan uang di bank, nilainya akan berkurang karena pemotongan pajak, biaya administrasi hingga inflasi. Maka Anda harus mulai berinvestasi di pasar saham.

Pilih jenis perusahaan yang cocok dan tepat untuk Anda, jika perlu konsultasikan terlebih dahulu dengan orang yang ahli di bidangnya untuk menentukan. Namun, perlu berhati-hati jika ingin melakukan investasi di pasar saham karena berisiko tinggi.

Instrumen investasi lainnya, seperti reksa dana, obligasi, dan deposito juga bisa menjadi pilihan untuk melipatgandakan nilai suatu aset.

Tahapan Menuju Kebebasan Finansial

Jalan menuju kebebasan finansial sebenarnya rumit dan berliku. Mengutip artikel Forbes, upaya mewujudkan kebebasan finansial itu seperti lari marathon, bukan lari cepat.

Maka untuk mencapai kebebasan finansial dibutuhkan sejumlah proses dan waktu yang tidak singkat. Ada baiknya jika seseorang mulai mengambil langkah menuju kebebasan finansial, sejak usia muda.

Agar lebih mudah dalam memenuhi target kebebasan finansial, sebaiknya Anda memecah target besar tersebut menjadi tahapan-tahapan kecil yang harus dicapai.

Cara ini dapat membuat proses panjang menuju kebebasan finansial lebih mudah untuk dikelola, dan juga mudah untuk dimulai karena berangkat dari level yang rendah.

Berikut adalah contoh 7 tahapan menuju kebebasan finansial dari level terendah hingga tertinggi.

Level 1: Tidak tergantung pada gaji


Tingkat kebebasan finansial yang pertama adalah memiliki dana darurat atau tabungan yang cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang mendesak, sehingga tidak harus bergantung pada gaji saja.


Kebanyakan orang mungkin mendapatkan beberapa tagihan tak terduga yang muncul sepanjang tahun. Memiliki dana darurat akan berguna dalam situasi seperti itu.


Level 2: Memiliki Dana yang Cukup untuk Keluar dari Pekerjaan Sementara


Kebebasan finansial juga bisa berarti menjadikan pekerjaan sebagai pilihan. Menyimpan cukup uang untuk berhenti dari pekerjaan selamanya, tentu saja, adalah pekerjaan besar. Namun, jika Anda hanya mampu mengumpulkan uang untuk bekal saat berhenti dari pekerjaan sementara, semacam cuti panjang, adalah lompatan besar ke tujuan awal. Di sisi lain, dalam jangka pendek, uang ekstra yang terkumpul juga bisa menjadi dana darurat Anda.


Level 3: Memiliki Dana yang Cukup untuk Kebutuhan Hidup dan Tetap Menabung




Ini lebih tentang menikmati hidup Anda dan memiliki uang untuk melakukannya. Ada perasaan lega yang luar biasa ketika Anda memiliki cukup uang untuk ditabung, melakukan hal-hal yang Anda sukai, dan masih memiliki lebih banyak uang di akhir bulan. Ini tentu dengan asumsi bahwa Anda menghindari gaya hidup boros.


Level 4: Miliki Kebebasan Waktu


Yang diinginkan banyak orang adalah menjadi lebih fleksibel dengan jadwal mereka. Kebebasan waktu dan kebebasan finansial berjalan beriringan.


Kondisi ini bisa datang dalam bentuk lebih banyak waktu istirahat, waktu fleksibel atau bekerja dari jarak jauh pada kesempatan tertentu. Jadi, tidak harus mengambil cuti kerja hanya untuk mengunjungi dokter gigi atau membawa anak ke dokter.


Level 5: Memiliki Dana yang Cukup untuk Pensiun Cukup


Bagi Anda yang ingin pensiun dini dengan kebebasan finansial, mungkin bisa menargetkan level ini. Jadi, dana pensiun tidak harus besar, asalkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok selama tidak bekerja. Konsekuensinya, kehidupan setelah pensiun harus dijalani dengan sederhana.


Mengingat pensiun lebih cepat dengan dana minim, bisa mendorong Anda untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan uang. Jadi daripada melunasi mobil mewah yang akan memaksa Anda bekerja beberapa tahun lagi, lebih baik memilih berhemat agar bisa cepat pensiun.


Level 6: Memiliki Dana yang Cukup untuk Benar-benar Pensiun


Dengan asumsi Anda bahagia dengan standar hidup Anda saat masih bekerja, berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk terus menjalaninya di masa pensiun?


Jika Anda sudah memiliki tabungan yang cukup, serta aset dan pendapatan pasif yang dapat mendukung pensiun dengan gaya hidup yang disukai, itu adalah pencapaian besar menuju kebebasan finansial.


Level 7: Miliki Dana yang Cukup untuk Pensiun Sesuai Impian Anda


Untuk bisa keluar dari pekerjaan, bebas bepergian dan menghabiskan banyak waktu bersama teman dan keluarga, sekaligus bisa keliling dunia, berapa dana pensiun yang Anda butuhkan?


Bercita-cita untuk mencapai kondisi pensiun impian seperti itu tidak ada salahnya. Dengan memikirkan hal seperti itu, Anda bisa mempertimbangkan apakah kondisinya saat ini layak mendapatkan dana pensiun impian, atau ada kendala untuk mencapainya sebelum usia lanjut.


Memiliki dana yang cukup untuk menjalani masa pensiun impian adalah tingkat tinggi dalam tahap kebebasan finansial.


Itulah Arti Kebebasan Finansial dan Cara Meraih Kebebasan Finansial di Usia Muda - Tips Keuangan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama